Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/31858
Title: Program Reintegrasi Sosial Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Di Lapas Klas Ii A Narkotika Cipinang Jakarta
Authors: Asisah
Advisors: Nurhayati Nurbus
Issue Date: 30-Jun-2016
Abstract: Penelitian ini merupakan upaya untuk memahami bagaimana Program Reintegrasi Sosial dapat mengurangi over kapasitas di penjara dan juga dapat memberikan mantan warga binaan kehidupan normalnya kembali ke masyarakat tanpa mendapatkan labeling sebagai bekas warga binaan melalui pembinaan yang diadakan oleh Lapas dan Bapas dalam Program Reintegrasi Sosial. Oleh karena itu Lapas sebagai UPT yang bertanggung jawab dalam memberikan pembinaan kepada Warga Binaan agar dapat kembali bersosialisasi dengan masyarakat melakukan optimalisasi pemberian hak-hak Warga Binaan yaitu pemberian Pembebasan Bersyarat dalam Program Reintegrasi Sosial. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif serta di dukung oleh data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan kejadian yang diamati. Lokasi penelitian yang dipilih adalah di Lapas Klas II A Narkotika Cipinang. Kemudian dilakukan upaya untuk menemui dan mewawancarai satu bekas Warga Binaan dari Lapas tersebut sebagai informan kunci dan beberapa informan pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program Reintegrasi Sosial bermanfaat untuk mengurangi over kapasitas di Lapas namun pelaksanannya di Lapas maupun di Bapas masih sangat kurang. Karena apa yang peneliti temukan masih ada stigma negatif yang diberikan masyarakat terhadap warga binaan. Pemberian bimbingan setelah keluar dari Lapas diharapkan mampu mencegah terjadinya cap negatif dan mencegah pengulangan tindakan yang melanggar hukum namun pada kenyataannya tidak ada lagi bimbingan yang diberikan. Tidak semua klien Bapas yaitu bekas warga binaan mendapatkan bimbingan baik itu bimbingan kepribadian dan bimbingan keterampilan yang menjadi sangat penting karena usaha developmental setelah menjalani proses rehabilitative di Lapas dapat pulih kembali sehingga tidak lagi menjadi penyandang masalah sosial dan dapat mengembangkan dirinya ke arah lebih baik. Adapun hambatan yang menjadi dihadapi dalam menjalani program reintegrasi sosial ini adalah dari warga binaan itu sendiri. Kurangnya kegiatan setelah keluar dari Lapas disinyalir menjadi alasan bekas warga binaan kembali ke kehidupan lamanya. Kedua kurang memadai sarana dan prasarana, misalnya sarana fisik, seperti kelas-kelas, perlengkapan, dll. Selain sarana fisik, anggaran yang tidak mencukupi untuk memberikan keterampilan seluruh Warga Binaan juga menjadi masalah yang harus dicari jalan keluarnya.
Description: x, 90 hal,; 29,5 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/31858
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ASISAH-FDK.pdf835.65 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.