Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/31199
Title: Dida dan kada dalam bahasa, agama, serta keragaman budaya
Authors: Roikhan Muhammad Aziz
Keywords: dida;kada;bahasa;agama;keragaman;budaya;Islam;hahslm;sinlammim;dua
Issue Date: 18-May-2016
Series/Report no.: Vol. 1, No. 1, 2014;89-108 hal.
Abstract: Keragaman budaya memberikan wawasan bagi pengembangan Bahasa Indonesia. Ia sejalan dengan fenomena bahasa agama yang terus mencari nilai universal dari budaya dengan ilmu yang ada. Bahasa budaya menyodorkan keragaman yang menjadi rahmat, sedangkan bahasa agama menyodorkan keuniversalan yang menjadi pondasi bagi budaya yang berbagai-bagai tersebut. Bahasa Indonesia akan menjadi jembatan bagi keuniversalan dan keragaman tidak hanya di rumpun pendidikan bahasa serta sastra. Untuk itu diperlukan penyempurnaan Tata Bahasa Indonesia supaya lebih sesuai dengan nilai universal dalam bahasa agama, diantaranya adalah penyesuaian kata ganti orang yang berjumlah satu, dua, dan paling sedikit tiga orang. Dalam Tata Bahasa Arab, baik Nahu maupun Sorof, kata ganti orang terdiri dari kata ganti tunggal, kembar, dan jamak. Sedangkan Bahasa Indonesia hanya mengenal kata ganti orang tunggal dan jamak. Dalam penelitian struktur tata bahasa ini menggunakan pendekatan kualitatif merujuk pada metode Hahslm dengan metodologi Sinlammim. Metodologi ini berlandaskan pada Islam yang merupakan pondasi pada Al-Quran terutama Quran Surat Ali Imran [3]:19 dan Al-Hijr [15]:87. Diperlukan cara berpikir non-linier untuk menggabungkan analisis antara komparasi, analogi, maupun notifikasi dalam agama dan keragaman serta ilmu. Kata ganti orang ke-2 dan ke-3 perlu disisipkan berupa kata ganti orang yang berjumlah dua, sehingga kata ganti orang yang berjumlah banyak merupakan kata ganti orang berjumlah paling sedikit tiga orang. Dengan disisipkan kata ganti orang ke-2 yaitu Kada atau Kamu Berdua dan kata ganti orang ke-3 yaitu Dida atau Dia Berdua, maka Bahasa Indonesia sudah menemukan tata bahasa yang lebih universal serta mencerminkan keragaman. Sehingga makna ‘banyak’ dalam agama dapat disepakati sebagai ‘sesuatu yang berjumlah paling sedikit tiga’, ia akan menjadi kontribusi tata bahasa yang baru bagi pencarian inti ilmu dan keragaman budaya.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/31199
ISSN: 240506X
Appears in Collections:Artikel

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Roikhan Muhammad Aziz.pdfe-Journal535.65 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.