Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/3079
Title: Jamak taksir dan cara menerjemahkannya (studi kasus Ali Imran terjemahan tafsir al-Misbah)
Authors: Farida
Advisors: Achmad Satori Ismail
Keywords: Jamak Taksir
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : Fakultas Adab Dan Humaniora, 2011
Series/Report no.: 0112-01-11072;2630 TAR a
Abstract: Dalam meneliti kajian ini, Penulis menggunakan jenis atau metode riset kualitatif dengan analisis deskriptif dengan studi kepustakaan. Dalam menghimpun sumber data, Penulis merujuk sumber primer dan bahan sekunder yang dianggap penting demi pengayaan penelitian ini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi teks/document research. Observasi teks dalam hal ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu teks berupa data primer berupa Tafsir al-Mishbah dan data sekunder seperti, buku-buku teori penerjemahan, wawasan mengenai pola jamak taksir, buku yang berkaitan dengan semantik, dan kamus yang terkait dengan pembahasan, sampai data-data yang terdapat di internet. Data primer merupakan sasaran utama dalam analisis, sedangkan data sekunder diperlukan guna mempertajam analisis data primer sekaligus dapat dijadikan bahan pelengkap ataupun pembanding. Dalam penelitian yang Penulis lakukan ini, terdapat beberapa point yang dapat dirumuskan; 1) bentuk pola jamak taksir 2) makna dari pola jamak taksir. Banyak orang awam yang tidak mengetahui perubahan bentuk pola jamak taksir, karena perubahan bentuk jamak taksir itu bervariasi. Sehingga, sering salah dalam menerjemahkannya. Penerjemah sering menerjemahkan pola jamak taksir dengan bentuk reduplikasi (pengulangan), sehingga banyak menimbulkan pemborosan kata (redundansi). Hal ini tidak dibenarkan dalam bahasa Indonesia. Di samping itu pula, tidak semua bentuk reduplikasi bermakna jamak. Dalam menerjemahkan pola jamak taksir harus disesuaikan dengan bentuk pola dan berdasarkan dengan konteks. Konteks sangat mempengaruhi perubahan makna. Penulis menarik kesimpulan bahwa hasil terjemahan Tafsir al-Mishbah terkait masalah pola jamak taksir sudah cukup baik. Namun, masih ada beberapa kata yang diterjemahkan dengan bentuk reduplikasi, sehingga terjadinya redundansi (pemborosan kata).
Description: iii, 74 hal.; 28 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/3079
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
103138-FARIDA-FAH.PDF1.65 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.