Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/30196
Title: Analisis pendapatan usaha pembesaran ikan lele sangkuriang (clarias gariepinus) di Bojong Farm Kabupaten Bogor
Authors: Jamaludin
Advisors: Siti Rochaeni
Armaeni Dwi Humaerah
Keywords: pendapatan;usahatani;pembesaran ikan lele sangkuriang;Bojong Farm;Kabupaten Bogor
Issue Date: 2-Feb-2016
Publisher: Jakarta : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah, 2015
Series/Report no.: 0116-01-24862;
Abstract: Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan ikan lele mudah untuk dibudidayakan, tidak banyak memerlukan air untuk hidup, dan harga relatif murah. Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) juga menjadikan lele sebagai salah satu komoditas unggulan. Salah satu jenis ikan lele yang dibudidayakan petani adalah ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Kabupaten Bogor merupakan salah satu Kabupaten yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan percontohan minapolitan ikan lele sejak tahun 2011. Usaha pembesaran ikan lele khususnya ikan lele sangkuriang yang ada di Kabupaten Bogor, salah satunya adalah Bojong Farm. Usaha pembesaran ikan lele sangkuriang di Bojong Farm tergolong baru. Dalam perkembangannya, permintaan ikan lele sangkuriang untuk para pedagang sayur dan warung tenda pecel lele terus meningkat, namun permasalahan yang dialami oleh Bojong Farm adalah belum bisa memenuhi permintaan dari konsumen tersebut dikarenakan produksi ikan lele di Bojong Farm belum bisa maksimal untuk memproduksi ikan lele sangkuriang siap konsumsi. Melihat peluang pangsa pasar terbuka luas karena banyaknya permintaan ikan lele sangkuriang di kawasan lokasi usaha pembesaran ikan lele sangkuriang di Bojong Farm dan sekitarnya, Bojong Farm ingin memperbesar bisnis usaha pembesaran ikan lele sangkuriang dan ingin terus meningkatkan produksi ikan lele agar dapat memenuhi permintaan ikan lele untuk para pedagang sayur maupun pedagang warung tenda pecel lele. Usaha pembesaran ikan lele membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membiayai investasi dalam jangka panjang. Risiko usaha pada kegiatan pembesaran ikan lele juga cukup besar. Untuk mengurangi risiko tersebut perlu perhitungan yang tepat agar dana yang diinvestasikan dapat memberikan keuntungan. Selain itu, biaya variabel yang cenderung meningkat menyebabkan adanya perubahan yang terjadi pada biaya produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Mengetahui biaya dan pendapatan usaha pembesaran ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di Bojong Farm. 2). Menganalisis kelayakan usaha pembesaran ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di Bojong Farm dengan menggunakan R/C Rasio, B/C Rasio, Break Event Point dan Payback Period. 3). Menganalisis kenaikan biaya variabel pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di Bojong Farm yang dapat ditorelansi. Penelitian dilakukan di Bojong Farm Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi penelitian tersebut dilakukan secara sengaja (purposive). Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara, observasi langsung. Data sekunder berasal dari studi literatur seperti hasil penelitian, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia. Data dan informasi yang telah dikumpulkan dianalisis secara kuantitatif yang diolah dengan Microsoft Excel 2010. Analisis kuantitatif dilakukan dalam menilai kelayakan usaha. Penilaian kelayakan usaha dilakukan dengan melakukan perhitungan R/C Ratio, B/C Ratio, Break Event Point dan Payback Period. Selain itu, dilakukan juga analisis switching value untuk menilai sensitivitas kelayakan usaha terhadap perubahan kenaikan biaya variabel dalam usaha pembesaran ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di Bojong Farm. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Total Biaya usaha pembesaran ikan lele sangkuriang di Bojong Farm sebesar Rp23.530.537. Total biaya usaha pembesaran ikan lele sangkuring di Bojong Farm yang dihasilkan dari penjumlahan biaya tetap dan biaya varibel. Dan Total Pendapatan usaha pembesaran ikan lele sangkuriang di Bojong Farm sebesar Rp6.469.427. Hasil tersebut dihasilkan dari total penerimaan dikurangi total biaya. 2). Analisis kelayakan usaha pembesaran ikan lele sangkuriang di Bojong Farm menghasilkan R/C Rasio sebesar 1,27, B/C Rasio sebesar 0,27, break event point (BEP) terbagi menjadi 2, yaitu BEP produksi/volume dan BEP harga. BEP produksi/volume mendapatkan nilai sebesar 1.177 Kg, Sedangkan BEP harga mendapatkan nilai Rp15.687. dan payback period (PP) dalam jangka waktu 1 tahun 10 bulan 25 hari (8 Periode). 3) Berdasarkan hasil analisis sensitivitas dan switching value, kenaikan biaya variabel sebesar 7% masih bisa ditoleransi, namun kenaikan biaya variabel sebesar 31% maka Bojong Farm akan mengalami kerugian.
Description: xi, 83 hal. ; 29 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/30196
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
JAMALUDIN-FST.pdfskripsi2.53 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.