Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/2930
Title: Kontribusi tradisi lokal terhadap solidaritas masyarakat (studi kasus tradisi ngarot di desa lela Indramayu
Authors: Hammidah
Advisors: Pranowo, M. Bambang
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Series/Report no.: 0111-11-10293;135 SOS i
Abstract: Di Kabupaten Indramayu tepatnya di desa Lelea, terdapat tradisi budaya lokal yang menjadi bagian dari budaya nasional yang dikenal dengan tradisi Ngarot. Pelaksanaan tradisi Ngarot dilaksanakan tiap tahunnya oleh masyarakat desa Lelea. Kata Ngarot berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya membersihkan diri dari noda dan dosa akibat kesalahan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang pada masa lalu. Pelaksanaan tradisi Ngarot sangat erat kaitannya dengan proses solidaritas masyarakat yang berkembang di desa Lelea, antara tradisi Ngarot dengan tingkat solidaritas dalam suatu masyarakat ikatan utamanya adalah kepercayaan bersama, cita-cita, dan komitmen moral sehingga menciptakan rasa solidaritas yang kuat. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisa, mengerjakan, atau mengatasi masalah yang dihadapi dalam penelitian adalah dengan melakukan penelitian jenis kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dampak dari tradisi Ngarot jelas sangat positif, selain masyarakat mengesampingkan segala kepentingan pribadi, masyarakat juga dengan sifat sosial yang mereka miliki merasa tradisi Ngarot adalah barang berharga masyarakat desa Lelea hingga mereka dengan secara sukarela membantu dan melestarikan tradisi Ngarot. Dengan adanya tradisi Ngarot tersebut perubahan-perubahan solidaritas sosial yang diakibatkan dari kehidupan modernitas baik dari faktor tingkat pendidikan yang semakin tinggi, perubahan gaya hidup dan tingkat sosial, maupun sikap egoistik atau mementingkan diri sendiri maupun kelompoknya seakan tidak berlaku dalam tradisi masyarakat desa Lelea, dilihat masih terus dilaksanakannya ritual tradisi Ngarot. Ritual tradisi Ngarot perlu tetap dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Lelea, karena melihat fungsi sosial dari ritual tradisi Ngarot yang positif yang menjadi wahana untuk saling bekerjasama antar penduduk setempat sehingga dapat menciptakan kerukunan dan solidaritas antar mereka selain itu hal ini merupakan suatu identitas sebagai orang Indramayu yang mempunyai tradisi tersendiri yang harus dipelihara.Perlu adanya pertimbangan logis dalam melakukan ritual tradisi Ngarot, jadi tidak sekedar melestarikan warisan nenek moyang semata, masyarakat Desa Lelea juga perlu melihat apakah ritual tradisi Ngarot tersebut benar adanya atau melenceng pada hukum agama dan tatanan sosial yang berkembang di masyarakat.
Description: i, 61 hal.; 22 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/2930
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
101778-HAMMIDAH-FISIP.PDF7.61 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.