Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28661
Title: Analisis Framing Pemberitaan Isu Pencabulan Oleh Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf Pada Situs Republika.Co.Id Dan Detik.Com
Authors: Muhammad Fadlun
Advisors: Ade Rina Farida
Issue Date: 12-Oct-2015
Abstract: ABSTRAK Muhammad Fadlun Analisis Framing Pemberitaan Isu Pencabulan Oleh Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf Pada Situs republika.co.id dan detik.com Selama bulan Maret 2012 pemberitaan mengenai isu pencabulan oleh Habib Hasan mulai menjadi sorotan media di Indonesia. Habib Hasan bin Ja’far Assegaf merupakan sosok tokoh agama dan pemimpin Majelis taklim Nurul Musthofa yang memiliki jamaah terbesar di Indonesia. Saat menginjak usia 23 tahun Habib Hasan mendirikan Majelis Taklim Nurul Musthofa pada tahun 2000. Isu ini bermula dari pengakuan sejumlah remaja putra yang merupakan murid Habib Hasan sendiri yang mengaku menerima tindakan pelecehan seksual dari Habib Hasan. Para remaja tersebut melaporkan Habib Hasan ke Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 atas tuduhan pencabulan. Kasus ini pun tak luput dari perhatian berbagai media massa, tidak terkecuali republika.co.id dan detik.com. Tentunya republika.co.id dan detik.com membingkai kasus dugaan pencabulan Habib Hasan ini dengan cara yang berbeda. Berdasarkan pemaparan diatas maka timbul pertanyaan bagaimana republika.co.id dan detik.com membingkai kasus dugaan pencabulan oleh Habib Hasan ini dalam beritanya? Serta bagaimana proses produksi teks republika.co.id dan detik.com dalam kasus dugaan pencabulan oleh Habib Hasan? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi realitas sosial yang diperkenalkan oleh Peter L Berger dan Thomas Luckman. Menurut Berger dan Luckman proses dialektika berlangsung melalui eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Dalam menganalisis kasus ini, penulis menggunakan metode analisis framing model Robert N. Entman yang menggunakan empat struktur analisis yaitu Define Problem (pendefinisian masalah), Diagnose Causes (memperkirakan masalah atau sumber masalah), Make Moral Judgement (membuat keputusan moral) dan Treatment Recommendation (menekankan penyelesaian). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berlandaskan pada paradigma konstruksionis. Paradigma konstruksionis memandang suatu realitas kehidupan bukanlah realitas yang natural melainkan hasil sebuah konstruksi dan pendekatan kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data-data yang deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan tentang orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Republika.co.id cenderung melihat kasus dugaan pencabulan Habib Hasan sebagai masalah hukum. Republika.co.id menilai pencabulan yang dilakukan Habib Hasan merupakan pelanggaran hukum sehingga menyebabkan sejumlah remaja putra melaporkan kasus ini ke kepolisian. Republika.co.id merekomendasikan kasus dugaan pencabulan ini diproses secara hukum dan diungkapkan kebenarannya. Detik.com melihat kasus dugaan pencabulan Habib Hasan tidak hanya terkait masalah hukum saja, tetapi juga masuk ke masalah moral. Detik.com menilai adanya pelanggaran hukum dan norma agama yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ulama seperti Habib Hasan. Detik.com meminta kasus ini diproses secara hukum dan korban harus mendapatkan perlindungan guna lancarnya proses penegakkan hukum.
Description: x, 104 hal,; 29,5 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28661
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
MUHAMMAD FADLUN-FDK.pdf12.33 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.