Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28560
Title: Analisis semiotika makna toleransi beragama dalam pameran Foto Bianglala Xinjiang karya Ismar Patrizki
Authors: Ershad Wiladatika
Advisors: Ade Rina Farida
Keywords: semiotikam;toleransi beragama
Issue Date: 25-Sep-2015
Publisher: Jakarta : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, 2015
Series/Report no.: 0115-09-24038; 4024 JUR d
Abstract: Foto jurnalistik merupakan sebuah medium penyampai pesan yang digunakan untuk menyampaikan fakta visual atas suatu realitas kepada masyarakat seluas-luasnya, bahkan sampai pada bagian paling ‘dalam’ dari suatu peristiwa ataupun fenomena sosial budaya masyarakat yang terjadi. Dalam sebuah pameran foto bertajuk Bianglala Xinjiang karya Ismar Patrizki yang dilaksanakan di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA). Objek perempuan menjadi medium visual yang menarik bukan hanya dari segi estetika tetapi dari segi toleransi beragama, China adalah negara Kong Hu Cu yang mempunyai warga etnis-etnis muslim minoritas di Xinjiang. Pada saat merayakan idul fitri warga etnis minoritas di xinjiang melaksanakan sholat id bersama di salah satu masjid kecil di pelosok wilayah Hoboksar. Objek foto-foto Ismar didominasi aktivitas suku di Xinjiang. Ismar juga jeli merekam kehidupan kaum urban perempuan di Xinjiang yang bertoleransi beragama. Adapun pertanyaan penelitian untuk mengetahui apa makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos yang mengandung unsur toleransi beragama pada pameran bertajuk Bianglala Xinjiang di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) karya Ismar Patrizki? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Analisa foto dikaji dengan menggunakan metode penelitian semiotik Roland Barthes. Metode penelitian ini memberi titik tekan pada makna denotatif, konotatif, dan mitos. Selanjutnya penulis memperkaya temuan makna dengan mengarahkannya pada permasalahan toleransi beragama dalam kehidupan yang minoritas. Dari data yang dikaji lewat semiotik Barthes, diperoleh beberapa data, yakni: Makna denotasi yang memberikan gambaran kepada masyarakat tentang toleransi beragama, khususnya di kota Xinjiang. Dari analisa makna konotasi mengungkapkan bahwa penganut Kong Hu Cu sangat menghargai umat Islam di Xinjiang. Dari analisa mitos, didalam Islam mengajarkan pentingnya menjaga hubugan silaturahmi karena dipercaya dapat memperluas rezeki dan panjang umur tak terkecuali terhadap orang lain yang berbeda agama. Dan dengan toleransi beragama saling menghormati dan berlapang dada terhadap pemeluk agama lain, tidak memaksa mereka mengikuti agamanya, agar tercipta suatu bangsa yang damai dan tentram. Atas hasil penelitian ini juga kembali dibuktikan bahwasanya foto jurnalistik mampu mengungkapan objektifitas terhadap sebuah fenomena sosial budaya masyarakat yang terjadi. Foto-foto yang ditampilkan bukan hanya sebatas indah tanpa makna, melainkan penuh pesan tentang toleransi beragama di Xinjiang agar menjadi contoh bagi umat beragama dimanapun mereka berada. Melalui foto-foto yang ditampilkan semoga dapat menjadi salah satu kontribusi para fotografer untuk turut serta dalam kerukunan antar umat bergama.
Description: vi, 87 hal.; 30 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28560
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ERSHAD WILADATIKA-FDIKOM.pdfSkripsi4.48 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.