Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28206
Title: Gambaran pertahanan hidup (survival) janda pasca Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Authors: Nurul Isyana Solihah
Advisors: Netty Hartaty
Yufi Adriani
Keywords: pertahanan hidup;survival;KDRT
Issue Date: 7-Sep-2015
Publisher: Jakarta: Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, 2009
Series/Report no.: 836 PSI p;
Abstract: Didalam sebuah rumah tangga, ketegangan maupun konflik merupakan hal yang biasa. Namun, apabila ketegangan itu berbuah kekerasan baik fisik maupun psikis maka diperlukan penyelesaian lebih lanjut. KDRT adalah perbuatan yang dilakukan seseorang atau beberapa orang terhadap orang lain, mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikologis termasuk pula ancaman perbuatan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan seseorang secara sewenang-wenang atau adanya penekanan secara ekonomis, yang terjadi dalam rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga atau dalam istilah lainnya kekerasan domestik adalah kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga dimana biasanya yang berjenis kelamin laki-Iaki (suami) menganiaya secara fisik maupun psikis pada jenis kelamin perempuan (isteri). Fenomena yang terjadi pada masyarakat Indonesia dengan adat ketimurannya, dimana masyarakatnya lebih suka menyembunyikan dan bungkam terhadap masalah KDRT. Hal ini disebabkan karena masih kuatnya kultur yang menomor satukan keutuhan dan keharmonisan keluarga. Bagi isteri yang mengalami KDRT sudah seharusnya tidak harus berdiam diri saja, tidak seharusnya mereka menderita seorang diri, tanpa diketahui orang lain yang mungkin dapat menolongnya. Meninggalkan hubungan kekerasan memang merupakan keputusan yang berat bagi seorang isteri karena banyak sekali faktor-faktor yang perlu untuk dipertimbangkan dan banyak pula yang tetap bertahan, tetapi terkadang KDRT dapat memberikan dampak yang negatif bagi korbannya, misalnya timbulnya penyakit mental. Sehingga perlu bagi para korban untuk memikirkan kelangsungan hidup mereka kedepannya agar dampak negatif yang mereka rasakan tidak berkelanjutan. Pertahanan hidup (survival) adalah suatu proses aktif untuk mengubah pengaruh penganiayaan setelah hUbungan semacam itu berakhir. Pertahanan hidup juga dapat diartikan penggunaan kebebasan yang sifatnya aktif untuk meminimalkan, mengubah atau membalikkan pengalaman negatif, dalam hal ini pengalaman kehilangan kekuasaan menjadi keterampilan untuk memberdayakan diri.
Description: x, 130 hlm.; 30 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28206
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
NURUL ISYANA SOLEHAH-PSI.pdfSkripsi3.29 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.