Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28160
Title: Tafsir al-Qur'an: Antara teks dan realitas
Authors: Lilik Ummi Kaltsum
Issue Date: 3-Sep-2015
Abstract: Keberadaan teks tidak dapat dipisahkan dari kondisi realitas. Sebuah teks sangat dipengaruhi oleh historisitas dan subyektifitas yang mengitarinya. Karakter dan corak suatu teks akan senantiasa menggambarkan dan merefleksikan struktur budaya dan alam pikiran tempat teks tersebut dibentuk. Demikian juga dengan al-Qur‟an, kondisi sosio-kultural masyarakat Arab atau kerangka kebudayaan bangsa Arab saat itu banyak berpengaruh pada pembentukan teks al-Qur‟an. Peristiwa pewahyuan sebagai titik awal lahirnya al-Qur‟an merupakan kata kunci untuk menyatakan bahwa ketika wahyu Ilahi tersebut diwahyukan kepada manusia dengan menggunakan bahasa kaum tertentu yaitu bahasa Arab, maka hal itu menandakan sifat kesejarahannya. Setiap ayat yang turun tidak dipahami sebagai kalimat-kalimat yang tersendiri, melainkan berkaitan dengan kenyataan sehari-hari. Problem yang muncul lebih banyak disebabkan oleh benturan nilai-nilai yang dibawa al-Qur‟an dengan nilai-nilai warisan leluhur yang berakar kuat dan menyatu dengan kehidupan bangsa Arab. Keadaan atau konteks yang mengitari teks al-Qur‟an pada masa pewahyuan tidak akan sama persis dengan konteks pembaca al-Qur‟an saat ini. Al-Qur‟an diwahyukan di Jazirah Arab yang adat istiadatnya berbeda dengan masyarakat lain. Problema yang ada di sana tidak akan sama dengan generasi-generasi pasca pewahyuan juga tidak akan sama dengan kondisi masyarakat di luar Arab. Oleh karena itu, perhatian terhadap konteks inilah yang seharusnya dipertahankan dalam upaya pemaknaan dan pemahaman al- Qur‟an, sehingga sampai kapanpun al-Qur‟an senantiasa diposisikan sebagai petunjuk atau panduan kehidupan yang juga mampu menjawab problematika kehidupan dan menciptakan sebuah perubahan masyarakat. Melalui logika ini, sangat tidak layak mufassir masa kini masih berpegang teguh sepenuhnya dengan model penafsiran ratusan tahun yang lalu. Dari sisi informasi keilmuan, produk-produk tafsir masa lalu sangat kaya informasi, bahkan bisa dikatakan tanpa kehadiran teks-teks tafsir tersebut kaum muslimin akan menemui kesulitan dalam memahami masing-masing ayat lengkap dengan ragam qira’at, gramatikal, sabab al-nuzul, munasabah dan lain-lain. Namun, dari sisi pengamalan dari paparan teks tafsir tersebut perlu adanya pertimbangan-pertimbangan. Karena sangat dimungkinkan ada beberapa penjelasan dalam tafsir tersebut yang tidak layak diterapkan secara total dalam konteks kekinian. Inilah tugas mufassir dan penafsir saat ini untuk "membumikan tafsir al-Qur'an". Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang telah melahirkan tokoh-tokoh tafsir sudah saatnya melahirkan tafsir-tafsir yang progresifrepresentatif baik karya individual ataupun kolektif. Dengan demikian, istilah "pembumian al-Quran" dan "pembumian tafsir al-Qur'an" bukan sekedar wacana dan tema diskusi (discussion only) tetapi benar-benar terwujud konkrit dalam produk tafsir. Ketidaksetujuan atas model penafsiran yang mengiblat buta pada tafsir masa lalu bukan sekedar kritik lisan melainkan terbukti dalam sebuah hasil karya tafsir agung yang bisa dipertanggungjawabkan. Tawaran ini akan lebih menghidupkan produk tafsir sehingga tidak sekedar penafsiran al-Qur‟an normatif turun temurun tetapi dilengkapi dengan analisa ataupun problem solving yang berdimensi keindonesiaan. Keseluruhan uraian ini menunjukkan adanya relativitas dan tentativitas dalam medan interpretatif, termasuk penafsiran al-Qur'an. Dengan demikian, tidak ada klaim kebenaran dalam dunia interpretasi termasuk penafsiran al-Qur‟an oleh pihak siapapun, di manapun dan kapanpun.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28160
Appears in Collections:Prosiding Workshop/Lokakarya/Seminar

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Lilik Ummi Kaltsum-FUF.pdfArticle4.7 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.