Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/26593
Title: Analisis Wacana Kritis Tentang Perbudakan Modern dalam Program Bedah Editorial Media Indonesia di Metro Tv
Authors: M. Fikri Halim
Advisors: Tantan Hermansah
Keywords: Perbudakan, Wacana, Editorial, Media, Konstruksi
Issue Date: 17-Apr-2015
Publisher: Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, 2014
Abstract: ABSTRAK ANALISIS WACANA KRITIS TENTANG PERBUDAKAN MODERN PADA PROGRAM BEDAH EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI METRO TV “Perbudakan modern” telah menyita perhatian publik akhir-akhir ini. Sehingga kita dikenalkan dengan istilah “perbudakan modern”. Kata perbudakan modern menggambarkan kondisi pekerja upahan yang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh majikannya. Kasus ini kemudian diangkat sebagai topik dan menjadi headline diberbagai media. Salah satunya adalah Media Indonesia. Bahkan kasus ini dijadikan sebagai bahan editorial bervisual yang ditayangkan di Metro TV pada program “Bedah Editorial Media Indonesia”. Studi ini dibingkai pertanyaan berikut: “Bagaimana teks yang dikonstruksi oleh Editorial Media Indonesia?” “Bagaimana Kognisi sosial yang dikonstruksi oleh Editorial Media Indonesia?” “Bagaimana konteks sosial yang dikonstruksi oleh Editorial Media Indonesia?” Dengan menggunakan kerangka teori Teun A. van Dijk pada bagian teori hegemoni, dimana teori ini menjelaskan bahwa hegemoni tidak hanya bisa dilakukan oleh negara dengan Ruling Class namun bisa dilakukan oleh seluruh kelas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks yang dikonstruksi oleh “Media Indonesia” dan diangkat oleh Metro TV sebagai bahan diskursus editorial ini menjadi sebuah realitas yang penting diketahui dan dipahami oleh masyarakat. Para penonton televisi dan pembaca surat kabar diajak untuk mengetahui kasus yang diberi judul perbudakan modern ini. Kasus yang terjadi di pabrik alumunium yang berada di desa Lebakwangi Kabupaten Tangerang ini seketika menjadi isu penting dalam urusan moral dan kemanusiaan, bahkan kasus ini memunculkan kritik-kritik kepada pemerintah. Dalam konteks sosial, perbudakan modern ini disadari ada sebagai peristiwa yang penting bagi media maupun konsumen media. Hal ini menjadi diskursus yang menarik bagi mereka, karena media menganggap hal ini adalah hal luar biasa yang jarang terungkap dan penting bagi konsumen media untuk memahaminya dikarenakan isu ini menyangkut urusan moral dan kemanusiaan. Dalam konteks ini terlihat bahwa media mempunyai kekuatan untuk mengendalikan pikiran manusia dengan mengarahkannya pada kasus yang mereka anggap penting. Beginilah media yang mempunyai kekuatan, pengaruh dan efek komunikasi masa yang luar biasa.
Description: x, 73 hal,; 29,5 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/26593
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
M. FIKRI HALIM-FDK.pdf1.79 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.