Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/26489
Title: Analisis α-Tokoferol (vitamin E) Pada Minyak Biji Kelor (Moringa oleifera Lam.) Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
Authors: Nurul Fithriyah
Advisors: H. Chairul
Puteri Amelia
Keywords: Biji kelor;minyak;tokoferol;KCKT;kolom C18
Issue Date: 1-Apr-2015
Abstract: Kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Salah satu bagian tanaman yang sering digunakan adalah biji dari buahnya. Tokoferol (Vitamin E) merupakan salah satu komponen yang terkandung dalam minyak yang dihasilkan dari biji buah kelor tersebut, yang berkhasiat menghambat proses oksidasi dan pembentukan radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan vitamin E dalam minyak biji kelor secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi metode perolehan minyak (ekstraksi dengan pelarut dan kempa dengan variasi suhu pengeringan sampel) memberikan hasil rendemen minyak dan kandungan α-tokoferol yang berbeda-beda. Pada metode ekstraksi yakni maserasi dengan n-heksan menghasilkan minyak dengan jumlah 40,01%, sedangkan metode pengepresan mekanis dengan variasi suhu pengeringan sampel 40 oC, 80 oC dan 120 oC menghasilkan minyak berturut-turut 10%; 7,6%; dan 6,77%. Hasil validasi menggunakan standar α-Tokoferol memberikan linieritas kurva kalibrasi 0,999991 dengan batas deteksi dan kuantitasi masing-masing 0,06 μg/mL dan 0,2 μg/mL. Uji perolehan kembali α-Tokoferol dalam matriks minyak biji kelor memberikan hasil 95,8%. Sampel minyak dilarutkan dengan etanol dan THF terlebih dahulu, kemudian dianalisis dengan KCKT menggunakan kolom fase terbalik LiChosper® C18 (25 cm x 5 μm) dengan fase gerak metanol, volume penyuntikan 20,0 μL dan kecepatan alir 1,0 mL/menit. Masing-masing sampel minyak tersebut menghasilkan kadar α-tokoferol berturut-turut: 0,235; 0,37; 0,265; dan 0,265 mg/g. Untuk mengetahui kualitas minyak tersebut dilakukan analisis kandungan minyak dengan GCMS. Hasil menunjukkan bahwa minyak biji kelor terdiri dari asam lemak tidak jenuh berupa asam oleat dan asam-asam lemak jenuh yang dominan yaitu asam palmitat dan asam stearat.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/26489
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
NURUL FITHRIYAH-FKIK.pdflengkap2.46 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.