Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/26288
Title: Analisis Framing Pro Kontra Ruu Ormas di Media Suara Pembaruan dan Republika
Authors: Tiara Meizita
Advisors: Tantan Hermansah
Issue Date: 5-Mar-2015
Abstract: ABSTRAK Tiara Meizita Analisis Framing Pro Kontra RUU Ormas di Media Suara Pembaruan dan Republika Undang-undang Organisasi Massa yang lama dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini. Maka dari itu, pemerintah kemudian mengajukan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat yang baru untuk mengantikan Undang-Undang No.8 Tahun 1985. Rencana pemerintah tersebut ternyata menuai pro kontra di kalangan masyarakat, tak terkecuali ormas Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Bagi kedua organisasi ini, RUU Ormas yang baru dianggap hanya akan membangkitkan rezim otoriter terhadap kebebasan berserikat dan berorganisasi. Di sisi lain, jika dilihat dari banyaknya ormas-ormas di Indonesia rasanya wajar ada sistem yang mengatur mengenai hal tersebut. Isu terkait RUU Ormas menjadi perhatian berbagai media massa, termasuk Republika dan Suara Pembaruan. Republika dan Suara Pembaruan membingkai kasus pro kontra isu ini dengan cara yang berbeda. Studi ini mengkaji media Republika dan Suara Pembaruan dalam merekam dan berposisi pada isu tersebut. Berdasarkan realitas tersebut, maka muncul pertanyaan: bagaimana Suara Pembaruan dan Republika mengidentifikasi masalah terkait kasus pro kontra RUU Ormas? Apa yang menjadi penyebab masalah menurut Suara Pembaruan dan Republika terkait kasus pro kontra RUU Ormas? Bagaimana Suara Pembaruan dan Republika menampilkan nilai moral terkait adanya kasus pro kontra RUU Ormas? Bagaimana penyelesaian masalah yang ditampilkan oleh media Suara Pembaruan dan Republika terkait kasus pro kontra RUU Ormas? Teori yang digunakan adalah teori konstruksi sosial yang dilihat dari sisi media massa dan politik. Secara umum teori konstruksi sosial membahas mengenai bagaimana sebuah realitas yang ada di lingkungan sekitar masyarakat di persepsikan oleh publik secara berbeda. Hal ini yang terjadi di media massa dalam mengerjakan isi medianya. Pembentukkan realitas melalui simbol-simbol politik dan bahasa berperan dalam mengkonstruksi berita di media massa. Penelitian ini menggunakan metodologi paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Model yang digunakan untuk menganalisa penelitian ini adalah model analisis framing Robert Entman. Dalam konsepsi Entman, framing merujuk pada empat struktur analisis yaitu Define Problem (Pendefinisian masalah), Diagnose Cause (memperkirakan masalah atau sumber masalah), Make Moral Judgement (membuat keputusan moral), Treatment Recommendation (menekankan penyelesaian). Hasil studi menyimpulkan bahwa Suara Pembaruan dan Republika cenderung melihat kasus pro kontra RUU Ormas pada sisi yang berbeda. Republika melihat seluruh aspek kasus pro kontra RUU Ormas dengan mengedepankan nilai-nilai agamais sesuai visi misi Republika sendiri. Sementara Suara Pembaruan lebih membidik adanya nilai hukum diantara kasus-kasus yang menjadi pro-kontra RUU Ormas baik itu terkait asas Pancasila maupun persoalan pasal transparansi pendanaan yang menjadi dua permasalahan utama dalam dibentuknya RUU Ormas yang baru.
Description: x, 82 hal, 29,5 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/26288
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
TIARA MEIZITA-FDK.pdf5.09 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.