Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/25862
Title: Peran Pembimbing Agama dalam penanaman kecerdasan spiritual di Panti Sosial Binat Netra "Tan Miyat" Bekasi
Authors: Sri Yulianah
Advisors: Nasichah
Issue Date: 3-Feb-2015
Abstract: ABSTRAK Sri Yulianah Peran Pembimbing Agama dalam Penanaman Kecerdasan Spiritual Di Panti Sosial Bina Netra “Tan Miyat” Bekasi Peran pembimbing agama dalam penanaman kecerdasan spiritual bagi disabilitas netra. Menjadi penting karena peran pembimbing agama untuk bisa mengajarkan dan mengarahkan, tentunya dengan cara pengajaran yang berbeda, karena cara belajar disabilitas netra perlu metode khusus, oleh sebab itu peneliti ingin mengetahui peran pembimbing agama dalam menanamkan kecerdasan spiritual untuk bisa membantu disabilitas netra memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, membantu disabilitas netra yang merasa inferior, mengisi kekosongan spiritual, membangkitkan semangat mereka untuk mempermudah mereka dalam memaknai hidup yang lebih baik. Untuk mengkaji penelitian ini, teori-teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori peran, teori pembimbing agama oleh Dewa Ketut Sukardi dan H. M Arifin. Kecerdasan spiritual itu sendiri diartikan sebagai kemampuan untuk mengenal dan memecahkan masalah-masalah yang terkait dengan makna dan nilai, menempatkan berbagai kegiatan dan kehidupan dalam konteks yang lebih luas, kaya dan memberikan makna, mengukur atau menilai bahwa salah satu kegiatan atau langkah kehidupan tertentu lebih bermakna dari yang lainnya. Penelitian ini dilakukan di Panti Sosial Bina Netra “Tan Miyat” Bekasi. Peneliti menjawab Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pembimbing Agama dalam menanamkan kecerdasan spiritual di Panti Sosial Bina Netra “Tan Miyat” Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan observasi dan wawancara. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang pembimbing yang terdiri dari 2 orang pembimbing agama, 1 orang pembimbing mental spiritual dan 1 orang pembimbing anak serta yang menjadi subjeknya adalah disabilitas netra yang berjumlah 6 orang. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa peran pembimbing Agama di Panti Sosial Bina Netra “Tan Miyat” Bekasi. Peran dari pembimbing agama dalam penanaman kecerdasan spiritual adalah dengan cara diberikannya bimbingan Agama setiap hari baik secara pendidikan formal maupun nonformal, bukan hanya bimbingan agama saja yang diberikan, namun adapula bimbingan keterampilan, bimbingan fisik, bimbingan sosial, bimbingan mental yang mana dapat membantu disabilitas netra untuk tidak tergantung kepada orang lain dan mampu melakukan semua hal yang bisa dilakukan orang normal lainnya, dan berharap agar disabilitas netra senantiasa Mengingat tuhannya agar bisa menjauhkan dari perbuatanperbuatan yang dapat merugikannya. Disabilitas netra juga merasa Ibadah sangat berpengaruh dikehidupannya apalagi dalam mengontrol emosi atau memberikan rasa tenang dan memecahkan setiap masalah yang dihadapi, disinilah pentingnya peran pembimbing Agama kepada kami, Metode yang diberikan yaitu metode tabligh/ceramah, bimbingan individual, bimbingan kelompok, metode syukur, bimbingan keterampilan.
Description: v, 73 hal, 29,5 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/25862
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SRI YULIANAH-FDK.PDF7.4 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.