Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/2553
Title: Peranan Asean mendorong pemerintah militer dalam menegakkan demokrasi di Myanmar
Authors: Ikrimah
Advisors: Pertiwi, Mutiara
Firnas, M. Adian
Keywords: demokrasi;asean;militer
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politiki UIN Syarif Hidayatullah, 2010
Series/Report no.: 0111-05-8381;80 HI i
Abstract: Myanmar merupakan salah satu negara berkembang di kawasan Asia Tenggara yang dikuasai oleh rezim militer otoriter. Sejak merdeka Myanmar diselimuti oleh masalah domestik yang kompleks. Stabilitas politik dan masyarakat yang masih rentan dan adanya disintegrasi nasional menjadi salah satu alasan bagi militer untuk melakukan intervensi dalam pemerintahan. Tahta pemerintahan yang diduduki oleh militer tidak menjamin perbaikan kondisi politik negara, karena hal tersebut mengakibatkan Myanmar memiliki tambahan beban permasalahan dengan mendangkalnya proses peralihan kekuasaan kepada pihak yang dipilih rakyat. Fenomena kuatnya rezim militer Myanmar dan lambatnya proses demokrasi berdampak pada kredibilitas ASEAN sebagai organisasi regional Asia Tenggara yang menaungi Myanmar. Dengan bergesernya konsep masalah demokrasi menjadikan demokrasi sebagai bagian dari urusan internasional, maka peran ASEAN dalam mengatasi masalah Myanmar sangat diperhatikan masyarakat internasional. Melalui pendekatan constructive engagement dan penyelesaian masalah berdasarkan konsensus, ASEAN berusaha mengatasi permasalahan demokrasi di Myanmar. Penelitian ini memiliki hasil temuan bahwa peran ASEAN tidak cukup berhasil dalam mengupayakan kehidupan demokrasi di Myanmar. Ketidakberhasilan ASEAN disebabkan ASEAN terbentur oleh hambatan yang bersifat internal maupun eksternal yang berpengaruh terhadap kehidupan demokrasi Myanmar yang berjalan stagnan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan didukung oleh teori-teori sehingga diperoleh bukti yang mendukung kebenaran hasil temuan. ASEAN terbukti belum berhasil memainkan perannya disebabkan ASEAN tidak mampu mengupayakan keterlibatan semua pihak dalam rencana pesta demokrasi tahun 2010. Selain itu, ASEAN tidak berhasil mendorong pemerintah militer Myanmar untuk dapat membentuk peraturan pemilu yang memiliki asas keadilan bagi semua pihak di Myanmar. Peran ASEAN yang belum berhasil ini disebabkan adanya beberapa hambatan internal dan eksternal yang mempengaruhi prospek demokrasi Myanmar. Secara internal, ASEAN memiliki prinsip dan cara penyelesaian masalah yang mempengaruhi kapabilitas ASEAN dalam mengimplementasikan perannya. Sedangkan secara eksternal, adanya kepentingan-kepentingan negara luar terhadap Myanmar sehingga menjadikan beberapa peran ASEAN dalam mengupayakan kehidupan demokrasi di Myanmar mengalami kegagalan.
Description: vi, 104 hal.; 28 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/2553
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
IKRIMAH-FISIP.pdf1.23 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.