Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/25365
Title: Metafisika dalam perspektif Al-Ghazali
Authors: M. Iqbalut Taufiq
Advisors: Hanafi
Issue Date: 7-Dec-2014
Abstract: Permasalahan tentang metafisika akan tetap berlanjut selama masih ada kehidupan di alam ini, karena permasalah ini tanpa disadari ternyata menjadikan sebuah kebutuhan bagi manusia untuk memahami dengan sungguh-sungguh hakikat yang ada. Perjalanan hidup seseorang dapat terarah, apabila dalam diri seseorang tersebut menyadari bahwa dalam metafisika terdapat sebuah ilmu pengetahuan yang merupakan usaha sistematis, reflektif, dan menyeluruh dalam mencari kebenaran yang ada yang terletak di belakang hal-hal yang fisik. Sehingga pembahasan yang dikhususkan mengenai metafisika di sini adalah kajian yang berhubungan dengan sifat kekekalan alam serta kajian yang berada di luar alam fisika (wujûd Tuhan). Seiring dengan perkembangan zaman, problem alam metafisika semakin luas pembahasannya, mulai dari filosof Yunani sampai filosof muslim mengeluarkan argumen dan pemikiran-pemikirannya yang bertujuan untuk dapat menjelaskan dan memahami dunia metafisika. Mayoritas para filosof, untuk memahami dan menjelaskan alam metafisika itu tidak dapat dipisahkan dengan yang namanya alam fisik karena adanya suatu yang berwujûd pasti ada yang menciptakan. Permasalahan wujûd yang akan dimunculkan yaitu penjelasan dan pembagian wujûd Tuhan menurut al-Fârâbî. Pandangan tentang wujûd menurut al-Fârâbî khususnya tentang pembuktian wujûd dengan membagi akal pertama sampai akal sepuluh, sama halnya dengan pandangan wujûd menurut Neo-Platonis yang menyatakan bahwa alam ini berasal dari wujûd yang perama yang dari wujûd pertama tersebut melahirkan wujûd-wujûd yang lainnya. Berbeda dengan tokoh yang diambil dalam penulisan ini, yaitu al-Ghazâlî seorang tokoh peletak dasar filosofis pertama kali teori iluminasionis (Pengetahuan tentang Tuhan) yang memberikan penjelasan dan gambaran bahwa wujûd Tuhan merupakan wujûd yang Esa (Tunggal) yang keberadaan wujûd nya tidak disebabkan oleh adanya wujûd yang lain, selain itu adanya wujûd Tuhan menjadikan sebab adanya wujûd yang lain. Hal ini dijelaskan dalam karya-karya al-Ghazâlî diantaranya yaitu; Tahâfut al-Falâsifah, Al-Munqîdz min al-Dlalâl dan Maqâsid al-falâsifah.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/25365
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
M.IQBALUT TAUFIQ-FU.pdf1.42 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.