Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/24773
Title: Dampak Tunjangan Sertifikasi Terhadap Gaya Hidup Konsumtif Guru (Studi Kasus: Yayasan Sa’adatuddarain, Mampang – Jakarta Selatan)
Authors: Habibah
Advisors: Akhmad Shodiq
Keywords: Sertifikasi;Gaya Hidup
Issue Date: 23-Mar-2014
Publisher: Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, 2014
Abstract: Penelitian ini dilakukan di Yayasan Sa’adatuddarain, yang terletak di Jalan Mampang Prapatan Raya No. 103, Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2014. Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa masalah gaya hidup guru sekarang banyak yang juga senang untuk mengejar penampilan daripada meningkatkan kompetensi profesi sebagai guru. Hal tersebut sebagaimana terjadi di daerah Kecamatan Mranggen, Demak, yang dengan adanya program sertifikasi guru dan telah mendapat tunjangan profesi maka rumah diperbaiki sedikit demi sedikit direnovasi, pasang AC, tapi ada juga yang mempunyai mobil. Guru- guru perempuan juga berlomba untuk membeli assessories, pakaian, perhiasaan agar mereka bisa tampil menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gaya hidup guru di Yayasan Sa’adatuddarain pasca sertifikasi, dampak yang terjadi dengan gaya hidup konsumtif pasca sertifikasi dan solusi untuk mengatasi dampak yang terjadi pasca sertifikasi tersebut. Teknik yang digunakan penulis untuk mengumpulkan informasi dan data dalam penelitian adalah wawancara, angket, dan observasi. Dari hasil angket tentang gaya hidup konsumtif pasca sertifikasi di Yayasan Sa’adatuddarain menunjukan bahwa dampak yang terjadi cukup tinggi. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan analisa dan interprestasi data yang dilakukan diperoleh hasil rata-rata 59,85%. Dampak ini dipengaruhi oleh adanya dana tunjangan yang cair tiap enam bulan sekali yang sangat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan lain yang tidak cukup bila hanya mengandalkan remunerasi (gaji) tiap bulan dari sekolah dan juga dipengaruhi oleh keinginan dan hasrat manusiawi seseorang untuk terlihat tampil beda di depan orang lain dapat memicu munculnya perilaku konsumtif pada diri siapapun termasuk guru. Solusi yang bisa dilakukan Pemerintah atau pengelola program sertifikasi guru diharapkan mengontrol kinerja guru yang telah mengikuti program tersebut. Pemerintah atau pengelola program sertifikasi guru hendaknya mengarahkan para guru sertifikasi agar mengelola dana tunjangan tersebut dengan baik.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/24773
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
HABIBAH-FITK.pdf4.29 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.