Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/24264
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorMasan-
dc.contributor.authorRizka Hendariah-
dc.date.issued2013-05-21-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/24264-
dc.description.abstractPendidikan anak dalam keluarga dengan mengedepankan kekerasan merupakan pendidikan yang tidak dianjurkan dalam agama. Kekerasan diartikan sebagai perilaku yang dapat menyebabkan keadaan perasaan atau badan menjadi tidak nyaman. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang berbagai macam perilaku atau pola asuh orangtua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga dengan mengedepankan cinta dan kasih sayang, serta menghindari perilaku kekerasan dari berbagai pendapat para ahli dan media cetak serta mengetahui konsep pendidikan anak dalam keluarga tanpa melalui kekerasan, sehingga tidak ada lagi orangtua atau pendidik mendidik anak dengan kekerasan. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research) yaitu menganalisa data yang telah diperoleh melalui surat kabar, jurnal pendidikan anak serta buku-buku tentang pendidikan anak dalam keluarga yang mengedapankan kasih sayang dalam penyampaiannya. Metode penelitian ini adalah metode kepustakaan atau (Library Research). Teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan buku-buku, jurnal-jurnal, dan hasil penelitian lainnya dari berbagai perpustakaan. Analisa data dengan cara analisis isi (Content Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendidik anak dengan cara kekerasan akan tidak efektif. Dilihat dari kacamata Pendidikan Islam, pendidikan dengan kekerasan bukanlah pendidikan yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul- Nya. Pendidikan melalui kekerasan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu kekerasan verbal dan kekerasan non verbal (kekerasan psikologis dan fisik). Konsep pendidikan anak tanpa kekerasan dapat dilakukan dengan memahami arti anak sesungguhnya dan mencintainya karena Allah SWT., samakan pandangan orangtua, selalu mendoakan kebaikan kepada anak, mendidik dengan keteladanan, menasehati melalui perkataan yang baik, menjalin komunikasi yang baik antara orangtua dan anak, tidak membedakan jenis kelamin, pendidikan yang demokratis bukan otoriter, hargai perilaku baik anak, memberi hukuman yang tidak kasar dan tidak menyakitkan.Untuk menghindari pendidikan kekerasan terhadap anak dengan menggunakan prinsip dalam memberikan hukuman yaitu: beritahu kesalahannya, hukuman bertahap, tidak boleh keluar kata kasar, kesalahan anak menjadi bahan evaluasi orangtua, mengukum atas dasar prilaku, adil dan konsisten dalam menghukum, serta menghukum dengan tujuan memperbaiki bukan menyakiti. Dampak pendidikan dengan kekerasan bagi anak diantaranya: anak menjadi stres atau depresi, mogok melakukan sesuatu, berbohong karena takut dimarahi, mencoba berontak, menyandang predikat “anak nakal”, menurunkan tingkat kecerdasan, trauma yang berlanjut, menghambat proses perkembangan jiwa, menyebabkan anak menjadi durhaka. Sebagai rekomendasi pengkajian ini, disarankan perlu adanya penyuluhan dan bimbingan sosial terhadap keluarga dengan pembelajaran keluarga untuk menghindari tindakan sewenang-wenang, dan penerapan pola asuh yang bijaksana.en_US
dc.description.sponsorshipMasanen_US
dc.language.isoInaen_US
dc.publisherJakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013en_US
dc.subjectPendidikan Anak, Keluargaen_US
dc.titleKonsep Pendidikan Anak dalam Keluarga (Mendidik Anak Tanpa Kekerasan)en_US
dc.typeSkripsien_US
dc.uinjkt.pemilikUIN Syarif Hidayatullah Jakarta-
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Rizka Hendariah.pdf14.62 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.