Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/24061
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorMulyadhi Kartanegara-
dc.contributor.authorZainal Abidin-
dc.date.issued2014-02-27-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/24061-
dc.descriptionvi, 344 hlm., 29 cm.en_US
dc.description.abstractABSTRAK Disertasi ini membuktikan bahwa pemikiran Islamisasi sains merupakan salah satu fenomena gerakan pemikiran kontemporer para aktifis dunia Islam pada era 1970-an hingga awal 1980-an. Disertasi ini juga menguatkan pendapat bahwa gagasan Islamisasi sains Ismail Raji al-Faruqi dipengaruhi oleh ide-ide pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas, sebagaimana disinyalir oleh Wan Mohd Nor Wan Daud dalam karyanya yang berjudul The Educational Philosophy and Practice of Syed Muhammad Naquib al-Attas, (Bandung: Mizan, 2003). Tetapi sebenarnya pengaruh tersebut tidak terlalu dominan, karena konstruksi pemikiran al-Faruqi juga di pengaruhi oleh pemikir-pemikir lainnya, seperti Fazlur Rahman, Syed Husein Nasr, dan sebagainya. Walaupun Wan Mohd Nor Wan Daud mengklaim bahwa al-Faruqi banyak memanfaatkan tulisan al-Attas yang dijadikan rujukan gagasan Islamisasi sainsnya, namun yang jelas bahwa terminologi Islamisasi telah digunakan oleh al-Faruqi dengan sangat tegas, seperti yang tercermin dalam karyanya Islamization of Knowledge. Di samping itu, munculnya gagasan Islamisasi sains al-Faruqi juga sangat dipengaruhi oleh berbagai kegiatan intelektual Islam internasional, terutama pengaruh hasil konferensi dunia tentang pendidikan Islam (First World Conference on Muslim Education), pada tahun 1977 di Mekkah, yang menandai kesadaran umat Islam, tentang arti penting pendidikan Islam bagi kemajuan dunia Muslim, dan semangat kemandirian di antara umat Islam dari ketergantungan pada Barat. Kesimpulan tersebut di atas didukung oleh berbagai sumber antara lain pernyataan Mehdi Golshani dalam karyanya Issues in Islam and Science, yang menyatakan bahwa al-Faruqi adalah tokoh yang paling aktif mensosialisasikan ide Islamisasi sains. Azyumardi Azra dalam karyanya Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Millenium Baru, (Jakarta: Logos, 1999), juga menyatakan bahwa al-Faruqi adalah tokoh yang pertama kali memperkenalkan pemikiran Islamisasi sains. Kemudian dalam uraian Syed Ali Ashraf dan Syed Sajjad Husein, dalam Crisis of Muslim Education, (Jeddah, 1979) dengan jelas menyebutkan bahwa al-Faruqi adalah tokoh yang secara gigih dan kritis mencurahkan ide-idenya dalam program Islamisasi sains modern. Dalam batas tertentu, sikap kritis al-Faruqi terhadap sains modern Barat mempunyai kemiripan dengan sikap kritis para filosof Barat terhadap perkembangan sains modern. Sebagaimana kritik yang dilontarkan terhadap kemapanan sains modern oleh beberapa filosof Barat, antara lain Thomas Kuhn, Karl Jasper dan Karl Popper. Dalam perspektif ini, mengindikasikan bahwa tipologi pemikiran al-Faruqi juga dipengaruhi oleh tokoh-tokoh filsafat Barat tersebut, terutama dalam menggugat keabsahan sains Barat yang dianggap bebas nilai. Dalam konteks pendidikan, pemikiran al-Faruqi mirip dengan semangat pembebasan dalam pendidikan dan hak kaum tertindas atas pendidikan, seperti yang dilontarkan oleh Paulo Freire, tokoh pendidikan dari Brazilia. Gagasan universalisme pendidikan Islam menurut al-Faruqi juga mirip dengan semangat progressivisme dan demokrasi pendidikan John Dewey, yang menekankan pentingnya pendidikan bagi semua manusia secara universal. Perbedaan penelitian disertasi ini dengan dengan penelitian Wan Mohd Nor Wan Daud, Eni Purwati, Ahmad Khudari Saleh, Azyumardi Azra, adalah bahwa penelitian atau tulisan-tulisan terdahulu hanya lebih tertarik pada konsepkonsep Islamisasi sains al-Faruqi, tanpa memperhatikan gagasan kritis al-Faruqi tentang konsep pendidikan Islam. Sementara penelitian ini mengkaji inti gagasan al-Faruqi tentang Islamisasi sains, sekaligus mengkaji pemikiran kritis al-Faruqi terhadap pendidikan Islam. Sumber-sumber utama yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini adalah semua karya pemikiran Ismail Raji al-Faruqi yang berkaitan dengan konsep Islamisasi sains, yakni Islamization of Knowledge, dan karya-karya al-Faruqi lainnya misalnya, The Cultural Atlas of Islam, Tawhid and its Implication for Thought and Life, serta karya-karya ilmuwan lainnya. Data-data tersebut diolah menggunakan pendekatan filosofis dengan mengkaji struktur dan gagasan orisinal al-Faruqi dan membandingkan dengan pemikir Muslim lainnya, tentang Islamisasi sains secara kronologis historis dan pengaruhnya terhadap dasar-dasar filosofi pendidikan.en_US
dc.description.sponsorshipSuwito; Amsal Bakhtiaren_US
dc.language.isoinaen_US
dc.publisherJakarta: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008-
dc.subjectEducational Philosophy, Ismail Raji al-Faruqien_US
dc.titlePemikiran Ismail Raji al-Faruqi (1921-1986) tentang islamisasi sains dan pengaruhnya terhadap pengembangan dasar-dasar filosofis pendidikan islamen_US
dc.typeDisertasien_US
dc.uinjkt.lokasiPusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-
dc.uinjkt.pemilikUIN Syarif Hidayatullah Jakarta-
Appears in Collections:Disertasi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ZAINAL ABIDIN-SPS.pdf.PDF1.09 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.