Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/1672
Title: Analisis biaya dan pendapatan usaha jamur tiram putih model pusat pelatihan pertanian perdesaan swadaya (p4s) Nusa Indah
Authors: Muhamad Zulfahmi
Advisors: Siti Rochaeni
Keywords: Pendapatan Usaha
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Sains dan Teknologi, 2011
Series/Report no.: 0111-11-10145;1497 AGR s
Abstract: Jamur tiram putih adalah komoditi yang dapat dikembangkan dan diarahkan untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperbaiki keadaan gizi. Usaha jamur tiram putih terlihat menjanjikan karena melihat minat masyarakat untuk mengkonsumsi jamur terus meningkat sehingga berpengaruh positif terhadap permintaan jamur. Model usaha jamur tiram putih yang dijalankan oleh Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Nusa Indah saat ini memiliki beberapa variasi kegiatan, yaitu produksi baglog (media tanam) jamur tiram putih siap panen, jasa paket kemitraan investasi usahatani jamur tiram putih, dan budidaya jamur tiram putih dengan sistem kemitraan. Oleh karena itu, terjadi perubahan pada struktur biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima unit usaha jamur tiram putih P4S Nusa Indah sehingga dinilai perlu dilakukan analisis mengenai kondisi tersebut mengingat suatu usaha harus mampu mengelola usahanya secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis besar biaya dan tingkat pendapatan pada P4S Nusa Indah dalam menjalankan usaha jamur tiram putih, dan (2) mengetahui kelayakan usaha jamur tiram putih P4S Nusa Indah ditinjau dari analisis penerimaan atas biaya, keuntungan atas biaya, dan break event point (BEP). Penelitian yang dibahas melingkupi kajian kegiatan unit usaha jamur tiram putih P4S Nusa Indah serta struktur biaya dan pendapatan selama periode kemitraaan dengan wirausahawan jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di unit usaha jamur tiram putih P4S Nusa Indah, Kampung Sukamanah, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada bulan Mei - Juni 2011. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi di lapangan dan wawancara (depth interview). Data sekunder diperoleh melalui pengumpulan data dan informasi dari berbagai literature ilmiah, buku-buku dan lembaga-lembaga terkait. Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode tabulasi dengan bantuan piranti lunak (software) program Microsoft Excel 2003. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan analisis deskriptif untuk melihat kegiatan usaha jamur tiram putih di P4S Nusa Indah, sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan analisis finansial untuk mengetahui besar biaya, tingkat pendapatan dan kelayakan usaha jamur tiram putih. Analisis finansial meliputi analisis pendapatan usaha, analisis rasio penerimaan atas biaya, analisis rasio keuntungan atas biaya, dan analisis Break Event Point (BEP). vi Berdasarkan hasil penelitian diketahui besar biaya yang dikeluarkan P4S Nusa Indah dalam menjalankan usaha jamur tiram putih adalah sebesar Rp. 245.852.240,-. Sejumlah dana yang dikeluarkan tersebut terdiri dari biaya tunai yang menyumbang 96,57% dan biaya diperhitungkan dengan porsi 3,43% dari keseluruhan biaya. Usaha jamur tiram putih P4S Nusa Indah memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp. 38.168.010,- dengan 73,65% berasal dari produksi baglog jamur tiram putih siap panen, 18,99% berasal dari paket kemitraan investasi usahatani jamur tiram putih, dan 7,35% berasal dari budidaya jamur tiram putih dengan sistem kemitraan. Hal ini mengindikasikan bahwa usaha tersebut mampu menutup keseluruhan pengeluaran dengan penerimaan yang diperoleh dan menghasilkan keuntungan. Berdasarkan hasil analisis perbandingan penerimaan atas biaya (R/C ratio) diperolah nilai sebesar 1,16 yang berarti usaha jamur tiram putih tersebut mampu menghasilkan penerimaan Rp. 1.160,- dari setiap seribu rupiah uang yang dikeluarkan. Kemudian pada hasil analisis perbandingan keuntungan atas biaya (B/C ratio) mengeluarkan nilai sebesar 0,16 yang mengindikasikan dari setiap Rp. 1.000,- pengeluaran mampu memberikan keuntungan sebesar Rp. 160,-. Pada hasil analisis break even point (BEP) untuk produksi baglog jamur tiram putih dihasilkan nilai 48.155 baglog (BEP volume produksi), Rp. 1.498,13,- (BEP harga jual), dan Rp. 18.283.272,- (BEP penerimaan), sedangkan untuk paket kemitraan investasi usahatani jamur tiram putih diperoleh nilai sebesar 3,25 kumbung (BEP volume produksi), Rp. 8.187.500,- (BEP harga jual), dan Rp. 3.750.000,- (BEP penerimaan) kemudian untuk budidaya jamur tiram putih dengan sistem kemitraan didapatkan nilai sebesar 13.690,50 kg (BEP volume produksi), Rp. 8.799,62,- (BEP harga jual), dan Rp. 62.209.803,- (BEP penerimaan). Hal tersebut mengindikasikan bahwa usaha jamur tiram putih yang dijalankan P4S Nusa Indah mampu memberikan keuntungan dan tidak merugikan P4S Nusa Indah mengingat kondisi aktual produksinya lebih tinggi dari pada nilai titik impas (BEP). Pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa besar biaya yang dikeluarkan P4S Nusa Indah dalam menjalankan usaha jamur tiram putih merupakan gabungan dari biaya tunai yang menyumbang sebesar 96,57% dan biaya diperhitungkan dengan porsi 3,43%. Biaya tunai dan biaya diperhitungkan dengan persentase tersebut masing-masing terdiri dari biaya produksi baglog jamur tiram putih siap panen sebesar 35,78% dan 58,65%, biaya paket kemitraan investasi usahatani jamur tiram putih sebesar 13,48% dan 8,9%, serta biaya budidaya jamur tiram putih dengan sisitem kemitraan sebesar 50,74% dan 32,45%. Usaha jamur tiram putih P4S Nusa Indah memperoleh pendapatan bersih yang bernilai positif sehingga mengindikasikan usaha tersebut menguntungkan. Unit usaha ini memperoleh pendapatan dari produksi baglog jamur tiram putih siap panen (73,65%), paket kemitraan investasi usahatani jamur tiram putih (18,99%), dan budidaya jamur tiram putih dengan sistem kemitraan (7,35%). Usaha jamur tiram putih yang dijalankan oleh P4S Nusa Indah dapat dikatakan layak untuk terus dilanjutkan mengingat perolehan pendapatan yang cenderung menguntungkan. Hal ini juga ditunjang oleh beberapa hasil analisis usaha yang dapat digunakan sebagai salah satu indikator kelayakan suatu usaha, yaitu analisis R/C ratio, B/C ratio, dan BEP yang menyatakan bahwa usaha tersebut menguntungkan dan memberikan manfaat.
Description: x, 137 hal; 28 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/1672
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
MUHAMAD ZULFAHMI-FST.PDF4.17 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.