Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/1396
Title: PANDANGAN ABDURRAHMAN WAHID TERHADAP KONFLIK PALESTINA ISRAEL
Authors: Johan Wahyudhi
Advisors: Tati Hartimah
Abdul Chaer
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: Jakarta: Fakultas Adab Dan Humaniora Uin Syarif Hidayatullah, 2011
Series/Report no.: 0111-10-9299;2526 SPI a
Abstract: Konflik Palestina-Israel merupakan puncak gunung es dari ketegangan di Timur Tengah. Hampir setiap pergolakan di wilayah ini, erat kaitannya dengan dua negara yang sedang berseteru tersebut. Pengaruh ataupun dampak dari konflik tersebut, agaknya tidak hanya dirasakan oleh wilayah regional Arab an sich, tetapi juga telah menyita perhatian dunia. PBB yang merupakan organisasi yang manaungi negara-negara dunia pun, sampai detik ini, masih belum bisa merumuskan sebuah kesepakatan mengikat guna mengakhiri krisis ini. Jika sudah membincangkan konflik di atas, akan lebih menarik kiranya untuk memilah para aktor utama yang memainkan kartu di Timur Tengah. Pada tataran demikian, akan terdeteksi tiga jenis kelompok yang terkait dengan dinamika prahara tersebut. Dari kubu pro-Israel, maka akan muncul nama-nama seperti Inggris dan Amerika Serikat sebagai negara yang turut andil besar dalam membantu Israel mewujudkan satu negara yang telah menjadi impiannya sejak lama. Selain kedua negara tersebut, peran negara Arab lainnya merupakan sebuah fenomena tersendiri. Sebagian dari mereka ada yang menyerukan kepada Israel untuk menarik mundur pasukannya dari tanah Palestina, namun sebagian yang lain justru terlibat dalam “politik tarik-ulur”, kebijakan mereka dalam melihat Palestina dipenuhi dengan banyak pertimbangan, contohnya Mesir. Organisasi-organisasi regional dan yang berbasiskan Islam, pun tidak ketinggalan kontribusnya. Liga Arab dan OKI merupakan organisasi yang banyak mencurahkan perhatiannya pada pembebasan rakyat Palestina. Bahkan, yang disebutkan terakhir, terbentuk untuk merespon represifitas Israel atas Palestina. Mereka saling bahu-membahu untuk menciptakan kondisi Palestina yang lebih baik. Tidak jarang, mereka mengutuk keras perilaku despotik Israel. Namun, di era kekinian, tensi perjuangan mereka acapkali berada pada titik nadir. Yang muncul ke permukaan hanya sebatas pada kecaman dan kemarahan di atas kertas, tanpa ada upaya yang lebih nyata menghentikan konflik tersebut. Konflik kemanusiaan tersebut, mengundang banyak perhatian intelektual muslim, tidak terkecuali di tanah air. Abdurrahman Wahid, merupakan tokoh nasional yang banyak mengikuti perkembangan konflik yang berkepanjangan tersebut. bagi Abdurrahman Wahid, bagaimanapun harus ada kerelaan di antara keduanya untuk hidup berdampingan dalam kubah filantropis. Pandangan mainstream kaum muslim, yang menganggap perdamaian merupakan hal yang tabu, dibantah dengan tegas oleh Abdurrahman Wahid. Upaya menerima perdamaian adalah langkah konkret untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Description: x, 126 hal; 28 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/1396
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
100659-JOHAN WAHYUDHI-FAH.PDF1.02 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.