Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/10574
Title: Hubungan antara perilaku workaholic dengan timbulnya gejala insomnia
Authors: Agung Mulyono
Advisors: Abdul Rahman Shaleh
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: Jakarta: Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, 2007
Series/Report no.: 07-460;460 PSI p
Abstract: ABSTRAK (A) Fakultas Psikologi (B) Agustus 2007 (C) Agung Mulyono (D) Hubungan Antara Perilaku Workaholic Dengan Timbulnya Gejala Insomnia (E) Halaman xii + 131 (F) Perilaku workaholic ialah perilaku seseorang yang secara emosional beralih menjadi lumpuh dan kecanduan dalam bekerja untuk mendapatkan pengakuan dan kesuksesan. Mereka berusaha keras untuk mencapai kesuksesan jika hasil yang ingin dicapai tidak sesuai dengan harapan mereka cepat mengalami stres dan berdampak pada kondisi kesehatan. Sementara stres kerja berpengaruh terhadap kondisi fisik dan psikis, stres juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit seperti sakit kepala, flu dan sulit tidur atau insomnia. Insomnia merupakan keadaan di mana seseorang yang ingin tidur mengalami kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur, atau tidur yang tidak menyegarkan sehingga insomnia menyebabkan penderita secara klinis mengalami gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, dan fungsi penting lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan adanya hubungan antara perilaku workaholic dengan timbulnya gejala insomnia. Penelitian ini dilakukan mulai dari akhir Juni dan berakhir awal Agustus 2007. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku workaholic dengan timbulnya gejala insomnia. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT Astra Internasional, PT Telkomsel, PT Wahana Transporindo, Stasiun TV ANTV dan RS. Internasional Bintaro yang bekerja di Jakarta dan berprofesi sebagai marketing karena pada profesi tersebut seringkali karyawan bekerja melebihi batas waktu standar yang ditetapkan oleh undang-undang perburuhan. Penelitian ini mengikutsertakan 34 subjek yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling yaitu penelitian dilakukan pada setiap individu yang memenuhi karakteristik sampel dan bersedia menjadi subyek penelitian. Sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala perilaku workaholic, skala gejala insomnia dan skala stres kerja. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi parsial dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 12.00. Berdasarkan hasil yang didapat dengan menggunakan rumus korelasi parsial diketahui r hitung 0.366 dan r tabel α = 0.05 yaitu 0.339 dengan taraf kepercayaan 0.05 (α = 0.366 > 0.339) maka dapat diperoleh hasil bahwa uji r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat hubungan yang sangat kecil dan tidak erat antara perilaku workaholic dengan timbulnya gejala insomnia yang dimediasi oleh variabel kontrol yaitu stres kerja. Jika korelasi perilaku workaholic dengan timbulnya gejala insomnia tidak di mediasi oleh variabel kontrol yaitu stres kerja maka hasil yang didapat r hitung 0.285 sedangkan r tabel 0.339 dengan taraf kepercayaan 0.05 (α = 0.285 > 0.399) maka dapat diperoleh hasil bahwa uji r hitung lebih kecil dari r tabel yang berarti bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perilaku workaholic dan stres kerja akan mempengaruhi timbulnya gejala insomnia. (G) Bahan bacaan 36 + 4 situs internet.
Description: xii, 131 p.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/10574
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AGUNG MULYONO-PSI.pdf4.67 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.